Ticker

7/recent/ticker-posts

Ad Code

Responsive Advertisement

Mahasiswa UNDAR JOMBANG Olah Limbah Jadi Kompos, TPS3R Betek Disiapkan Jadi Pusat Nilai Tambah


JOMBANG. RUMAHLADANG.MY.IDMahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok A Universitas Darul Ulum (Undar) melaksanakan program kerja bidang lingkungan melalui kegiatan pembuatan pupuk kompos organik di Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) Desa Betek, Kecamatan Mojoagung. Kegiatan berlangsung pada Senin (2/2/2026) pukul 08.00–10.00 WIB dan diikuti anggota divisi lingkungan kelompok tersebut.

Program ini dirancang sebagai upaya konkret mendorong pengelolaan sampah organik yang lebih efektif dan berkelanjutan. Limbah organik yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal dinilai memiliki potensi besar untuk diolah menjadi produk bernilai guna, seperti pupuk kompos, sehingga dapat menekan volume sampah sekaligus mendukung kesuburan tanah.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa memanfaatkan berbagai bahan organik yang tersedia di sekitar TPS3R, di antaranya daun kering, sisa buah, potongan karton, kotoran sapi, serta larutan gula merah sebagai aktivator alami. Seluruh bahan tersebut dipilih karena mudah diperoleh dan dapat diproses dengan metode sederhana.

Proses pembuatan kompos diawali dengan pencacahan daun, sisa buah, dan potongan karton agar ukurannya lebih kecil sehingga mempercepat penguraian. Bahan yang telah dicacah kemudian dimasukkan ke dalam tong plastik dan dicampur hingga merata sampai volume hampir penuh. Setelah itu, kotoran sapi ditambahkan sebagai sumber mikroorganisme alami.

Tahap berikutnya adalah penyiraman larutan gula merah yang telah dilarutkan dalam air. Larutan ini berfungsi sebagai pemicu aktivitas mikroba fermentasi agar proses penguraian berlangsung lebih cepat dan stabil. Setelah seluruh bahan tercampur, tong ditutup rapat untuk menciptakan kondisi fermentasi anaerob.

Fermentasi direncanakan berlangsung selama kurang lebih dua minggu hingga seluruh material terurai dan menghasilkan kompos matang yang siap digunakan. Dari kegiatan tersebut, mahasiswa berhasil memproduksi lima tong kompos organik sebagai tahap awal percobaan produksi.

Kegiatan ini tidak melibatkan masyarakat secara langsung, namun para pekerja TPS3R setempat turut menyaksikan proses pembuatan sebagai sarana pengenalan teknis pengolahan limbah organik. Mahasiswa berharap metode tersebut dapat diterapkan secara rutin di lokasi pengolahan sampah tersebut.

Koordinator Divisi Lingkungan KKM Kelompok Desa Betek, Andi Thorip Ayup, mengatakan program ini memiliki nilai edukatif sekaligus aplikatif. Menurutnya, pengolahan sampah organik tidak harus rumit dan dapat dilakukan dengan bahan sederhana di lingkungan sekitar.

“Kami ingin menunjukkan bahwa limbah organik seperti daun, sisa buah, dan kotoran ternak bisa diolah menjadi pupuk yang bermanfaat. Metode ini sederhana dan berpotensi diterapkan berkelanjutan di TPS3R maupun oleh masyarakat. Selain mengurangi sampah, hasilnya juga memiliki nilai ekonomi karena dapat diperjualbelikan,” ujarnya.

Mahasiswa berharap TPS3R ke depan tidak hanya berfungsi sebagai tempat pemilahan, tetapi juga berkembang menjadi pusat pengolahan limbah yang menghasilkan produk bernilai tambah serta mendorong kemandirian lingkungan dan ekonomi desa.

*[Divisi Publikasi dan Dokumentasi, KKM Desa Betek, Mojoagung, Periode 1 TA. 2025/2026, UNDAR Jombang]

Posting Komentar

0 Komentar